Panduan Puasa Arafah: Keutamaan, Ketentuan, dan Lafal Niat

Puasa Arafah merupakan ibadah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, tepat satu hari sebelum Hari Raya Idul Adha. Di tahun ini, Puasa Arafah bertepatan dengan hari Selasa, 26 Mei 2026.

Para ulama mengategorikan puasa ini sebagai sunnah muakkad (sangat dianjurkan), khususnya bagi umat Islam yang sedang tidak menunaikan ibadah haji.


 

Keutamaan Puasa Arafah

Berdasarkan dalil-dalil syariat, ada dua keutamaan besar bagi muslim yang menjalankan Puasa Arafah:

  1. Menghapus Dosa Dua Tahun

    Rasulullah SAW bersabda:

    "Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim).

    Catatan: Mayoritas ulama (termasuk Imam Nawawi dalam Syarah Muslim) berpendapat bahwa dosa-dosa yang dihapus melalui amalan ini adalah dosa-dasa kecil.

  2. Pembebasan dari Siksa Api Neraka

    Hari Arafah adalah hari istimewa di mana Allah SWT paling banyak membebaskan hamba-Nya dari neraka. Rasulullah SAW bersabda:

    "Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?’"

Lafal Niat Puasa Arafah

Niat merupakan syarat utama dalam menjalankan ibadah puasa. Berikut adalah pilihan lafal niat yang bisa Anda baca:

1. Niat yang Dibaca pada Malam Hari

Jika Anda berniat sejak malam hari hingga sebelum terbit fajar, berikut bacaannya:

$$\text{نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى}$$

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT."

2. Niat yang Dibaca pada Siang Hari

Bagi Anda yang lupa berniat di malam hari, Anda tetap diperbolehkan berpuasa dan melafalkan niat pada siang hari (sejak pagi hingga sebelum masuk waktu Dzuhur). Syaratnya, Anda belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar menyingsing. Berikut bacaannya:

$$\text{نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى}$$

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’âlâ."

Semoga kita semua diberikan kesehatan dan kelapangan untuk dapat menunaikan Puasa Arafah ini dan meraih keutamaan besar di dalamnya.

(Sumber: NU Online Lampung)

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Kunjungan